Cara Pelari Indonesia Melawan Covid-19

Cara Pelari Indonesia Melawan Covid-19

Semua lini kehidupan berubah total. Ekonomi, politik, sosial, bisnis, pendidikan, kesehatan sampai olahraga terkena dampak Covid-19, virus mematikan asal negeri Tirai Bambu.

Dalam bidang olahraga, banyak lomba lari yang ditunda dan dibatalkan. Pocari Sweat Run Bandung misalnya. Lomba lari yang sedianya bakal dilangsungkan 26 Juli 2020 di kota Bandung akhirnya dibatalkan setelah sebulan sebelumnya PT Amerta Indah Otsuka juga membatalkan Pocari Sweat Run Solo.

Perusahaan kemudian mengembalikan uang pendaftaran para peserta dengan dua pilihan: pengembalian atau donasi. Inisiatif menawarkan opsi donasi merupakan warna baru dalam perhelatan lomba lari tanah air dan belum pernah ada sebelumnya. Langkah ini patut diapresiasi.

Perusahaan berhasil mengumpulkan biaya pendaftaran sumbangan 2.000 pelari sebesar Rp667.000.000. Donasi itu diserahkan Agus Prayogo kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Jawa Barat di Bandung, Kamis (14/5/2020).

“Ternyata banyak pelari yang memilih menyumbangkan uang pendaftaran, terima kasih mudah-mudahan nanti saat situasi normal kita bertemu lagi di event lari,” kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil dalam keterangan website Jabarprov.go.id.

Agus Prayogo, yang didaulat mewakili para pelari, berharap, penyerahan donasi ini dapat membantu pemerintah provinsi Jawa Barat menangani penyebaran Covid-19.

“Bangga dan terharu kepada runners yang sudah mendonasikan biaya registrasi PSRun Bandung 2020 untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabar,” tulis Agus dalam caption instagram-nya. “Semoga kita bisa memenangkan peperangan melawan pandemik ini.”

Agus juga menunjukkan kepeduliannya dalam memerangi Covid-19. Sepatu yang ia gunakan saat mencetak rekor nasional half marathon, Nike Vaporfly Flyknit 4%, dilelang melalui NusantaRun, sebuah lembaga gerakan lari sambil beramal.

Sepatu memorabilia itu telah membawa Agus mempertajam rekor nasional half marathon dari 1 jam 7 menit 17 detik menjadi 1 jam 6 menit 27 detik saat mengikuti Gold Coast Marathon 2019 dalam rangka uji coba (try out) sebelum mengikuti Sea Games Filipina.

Namun bukan hanya bantuan uang yang diberikan para pelari. Bantuan dalam bentuk edukasi dan kampanye pencegahan Covid-19 juga masif digencarkan. Tagar #Stayathome, #DirumahAja, #Olahragadirumah, tiga dari banyak tagar yang digaungkan para pelari melalui akun media sosialnya masing-masing.

Timbulnya semangat bersatu melawan Covid-19 menunjukan tingginya solidaritas masyarakat kita dalam persoalan kemanusiaan. Mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, menjaga kebersihan diri dan diam di rumah merupakan anjuran pemerintah yang mesti diikuti demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Semoga kita selalu diberi kesehatan dan terhindar dari penyakit mematikan.

Sumber foto: instagram.com/agusprayogo21

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.